Kanker, gagal ginjal, stroke, tuberkolusis, serta diabetes, yakni 5 penyakit berat yang ditandai oleh menurunnya albumin di da*rah hingga penderitanya harus memperoleh infus albumin. Infus albumin bermanfaat untuk tingkatkan tekanan osmotik darah yang pada awal mulanya turun (kurang dari standard albumin tubuh sebesar 3, 55, 5 g/dl) hingga mengakibatkan pembengkakan atau oedema di beberapa segi tubuh khusus. Pada pasien gagal ginjal, umpamanya, pembengkakan tampak jelas di kaki. Pemberian infus albumin sebenarnya terapis medis dalam tingkatkan albumin di tubuh karena mula-mula turun (hipoalbumin). Tetapi ada langkah lain dengan therapy nutrisi yakni dengan berikan albumin ikan gabus berupa fresh, kapsul, jel, atau cair. Ikan gabus Chana striata kecuali mempunyai kandungan albumin dalam jumlah banyak, juga mempunyai unsur seng (Zn) yang bertindak dalam pengobatan luka. Oleh karenanya orangorang di Makassar, Sulawesi Selatan atau Suku Dayak di Kalimantan Barat serta Kalimant...
Terhitung telah 2 dekade lebih ia miliki kebiasaan untuk mengunyah rambutnya. Orang-orang asal Punchkula, dekat Chandigarh, India Utara ini dibawa ke tempat tinggal sakit daerah setempat. Setelah 1 minggu ia rasakan sakit tak tertahankan. Apa yang dirasakannya demikian tak wajar, wanita 31 th. itu tak dapat makan bahkan minum meskipun seteguk tanpa ada muntah. Selanjutnya tim dokter yang dipimpin oleh dr. Hardeep Singh ambil langkah untuk kerjakan penelusuran dengan gelombang ultrasonik. Dan akhirnya memerlihatkan bila ada gumpalan rambut besar di perut wanita ini. Seusai Operasi digerakkan pada hari Jumat (13/5), bunda 3 anak ini mengaku selaluitas jelek yang kerap ia kerjakan, ia tak jarangkali mengunyah rambutnya sendiri. Berbarengan dengan itu, dikeluarkan juga gumpalan rambut dari perutnya. Setelah ditimbang rambut ini beratnya lebih tak lebih 3 kg!!! Kebiasaan ini telah diawali bunda rumah-tangga itu mulai sejak beru...
Sempat kritis selama dua hari, bayi 11 bulan meninggal di rumah sakit Serdang Hospital, Sabtu (10/11/2018). Tribun-Video.com melansir World of Buzz , Senin (12/11/2018), bayi bernisial Z tersebut diduga telah mengalami kekerasan se*ksual dari suami pengasuhnya. Menurut Free Malaysia Today , Kepala Polisi Kajang Ahmad Dzaffir Mohd Yussof mengatakan, ibu korban telah membawa korban ke rumah pengsuhnya, Rabu (7/11/2018). Namun, korban dilaporkan menderita sesak napas pada sore harinya. Korban lantas dibawa ke klinik Bandar Baru Bangi dan dirujuk ke Serdang Hospital. Petugas rumah sakit kemudian menghubungi ibu bayi tersebut untuk mengabarkan anaknya dalam kondisi kritis. “Setelah tiba di rumah sakit, saya melihat pengasuh merasa sangat menyesal, tetapi suaminya tenang-tenang saja seolah-olah tidak ada yang terjadi,” katanya dikutip dari Utusan Online . Waita itu mengatakan, dirinya sangat terpukul melihat keadaan anaknya dan meminta pelaku di...